Fatimah Ingin disayang Allah

Fatimah hanyalah seorang manusia biasa yang sering sekali membuat kesalahan dan dosa, namun ia tetep berjuang untuk hidupnya agar menjadi lebih baik. Panggil saja Fat, itu adalah nama panggilan dikampusnya, ia kuliah di salah satu Universitas ternama di Kota Bandung. Fatimah berasal dari keluarga sederhana, semasa kecil ia tidak tinggal bersama keluarganya namun ia semasa SMP hingga SMA tinggal di Pesantren. Ia sengaja dididik keluarganya agar ia terus mendalami agamanya. Namun pada saat SMP ia hanya bertahan sampai dua tahun, karena ia sering sakit-sakitan, hingga setiap minggu ia harus pergi ke dokter diantar pembinanya. Orangtua pun khawatir, akhirnya ia dipindahkan di sekolah negeri dekat rumahnya. Diawal sekolah ditempat baru, ia mulai mengenal teman-temannya karena ia orang yang cepat dekat oranglain dapat dengan mudah ia bersosialisasi. Namun ketika diawal kuliah ia harus bangun pagi, sarapan kemudian berangkat sekolah. Ketika ia berangkat sekolah ia harus berjalan dengan jarak tempuh kurang lebih satu kilometer, ia pun sabar karena teman-temannya pun banyak yang seperti ia bahkan teman-temannya pun ada yang harus berjalan hingga tiga kilometer tapi mereka tetap bersemangat untuk bersekolah, mencapai cita-cita mereka.
            Fatimah disekolah terkenal dengan wanita yang pandai menulis, tomboy, juga periang. Banyak sekali yang menyukainya, selain itu juga ia sosok teman yang sangat baik juga perhatian kepada teman-temannya. Pada akhir semester ia pun mempunyai seorang pacar yang tidak lain adalah adik kelasnya sendiri, tidak lama hubungan itu berlangsung hubungan mereka pun harus kandas ditengah jalan, karena orangtuanya melarang ia untuk pacaran karena menurut orangtuanya ia harus fokus dengan sekolahnya.
            Masa SMP berakhir, ia pun didaftarkan disekolah islami seperti dulu, namun sekolah ini beda yang didalamnya tidak banyak aturan sehingga ia betah bersekolah disana. Ketika SMA ia sering jalan-jalan bersama teman-temannya, ketika SMA ia mempunyai teman yang sama sekali jauh dari keimanan, ia gampang terpengaruh hingga ia melepas kerudungnya dan memakai baju pendek samapi pulang larut malam dan ia pun harus menginap di rumah temannya. Sampai hal-hal negatif yang ia lakukan belum pernah sebelumnya terjadi. Dan ia pun mempunyai seorang pacar, tiap minggu ia pergi nonton, makan, belanja bareng hingga ia pernah di tegur Pembina asrama karena ia pergi dengan pacarnya hingga pulang malam, masa-masa indah itu bertahan hanya kurang lebih sepuluh bulan. Akhirnya pun ia dengan pacarnya kandas lagi ditengah jalan. Ia dikhianati temannya sendiri. Sampai saat ini pun ia tidak pernah menghubungi mantannya itu emang sih si Fatimah itu cepet banget move on. Setelah putus pun ia didekati banyak lelaki tapi tidak ada satu pun yang ia pacari lagi, mungkin dia kapok gamau sakit hati lagi atau memang ia tidak ingin mempunyai hubungan dulu.
            Tiga tahun di bangku SMA berakhir, ia mendaftarkan diri di berbagai Universitas negeri namun tidak satu pun yang diterima, sampai ia nangis terus, rasanya Fatimah ingin sekali pergi entah kemana, teman-temannya sudah banyak yang keterima hanya ia yang belum masuk manapun. Namun orangtuanya terus mendukungnya, menyemangatinya agar ia tetep semangat. Dan akhirnya ia masuk di Universitas swasta yang ada di Yogyakarta, meskipun bukan negeri dan jurusannya pun bukan yang ia inginkan tapi ia bersyukur, karena masih banyak diluar sana yang ingin sekolah, tetapi tidak mempunyai biaya untuk kuliah.
            Diawal perkuliahan ia pergi jauh dari orangtuanya untuk menempuh perkuliahannya. Ia merasa sedih karena perbedaan kota yang sangat jauh antara Yogyakarta dan Bandung dengan perjalan yang berjam-jam jaraknya ia harus berjuang sendiri di kota pelajar itu. Banyak sekali masalah yang ia hadapi, mulai dari awal perkuliahan ia harus mempunyai masalah dengan seniornya, sampai ia dikucilkan diperkuliahan. Juga nilai yang ia dapat tidak memuaskan, membuat ia mengalami banyak kekecewaan. Tapi ia tetep sabar menjalaninya, mulai dari ia kuliah kehidupannya mulai membaik bukan berarti nilainya penuh kekecewaan tapi hidupnya berantakan. Ia mulai menemukan jati dirinya, ia ingin berhijrah menjadi sosok wanita yang baik di mata Allah. Dari kehidupannya yang kacau ia banyak belajar untuk menjadi lebih baik, meskipun ia dari SMP tinggal dipesantren, tapi baru kali ini ia bisa merasakan kehidupan yang sesungguhnya ditempat ia berjuang jauh dari orangtua, ia berhijran menjadi sosok gadis yang berhati lembut, ia mulai meninggalkan ketomboyannya kini ia berpakaian wanita yang seharusnya dipakai. Meskipun begitu ia masih tetap belajar menjadi seseorang yang disayangi Allah, hingga ia pun banyak sekali menolak para lelaki untuk sekedar pergi dengannya atau pun yang ingin dekatnya. Kini ia sadar bahwa apa yang ia inginkan belum tentu itu yang terbaik bagi Allah, ia mulai iklas dengan takdirnya dan ia bersyukur dengan perubahannya. Dibalik kekecewaan, keterpurukan, disitulah ia menemukan hidayah dari Allah SWT bahwa ia harus terus beristiqomah menjalankan perintahnya dan menjauhi larangannya meskipun tidak mudah ia jalankan karena lingkungan tempat ia tinggal dan kuliah tidak mendukung tapi ia tetap harus kuat dan sabar dalam menghadapi semua cobaan. Kini ia tau cita-cita yang harus benar- benar ia tempuh yaitu di sayangi Allah SWT dan masuk surganya Allah, ia sangat berusaha untuk dekat dengan Allah yang maha pencipta.


Semoga dari cerita diatas bisa bermanfaat, keep Istiqomah sahabat Sholehah J

Comments

Popular posts from this blog

Trip To Malang

introduce myself