Kau....
kau yang putih kulitnya dari wajahmu lah awan mengambil air hujan penyayang jiwa yang bercinta pelipur hati yang duka kau orang yang terindah yang memberi kehidupan pd hati bagaikan sinar bulan purnama yang menelan gelapgulita apabila ku pandangi dirimu pada garis- garis wajahmu wajah yang selalu berseri seperti sinar awan hujan gerimis