Pelatihan fire rescue dan Pertolongan Pertama Pada Korban Kebakaran
Pelatihan fire rescue dan pertolongan pertama pada korban kebakaran merupakan
kegiatan yang diselenggarakan oleh KSR PMI UNIT III Universitas Pembangunan
Nasional “Veteran” Yogyakarta yang bertemakan “Pantang Pulang sebelum padam”.
Yang bertujuan untuk:
1. Mewujudkan
tenaga kerja serta calon tenaga kerja yang menguasai teknik pemadaman api dan
pertolongan pertama pada korban kebakaran.
2.
Memfasilitasi masyarakat untuk menambah wawasan mengenai kebakaran, cara
menanggulanginya, dan cara memberikan pertolongan pertama pada korban
kebakaran.
3. Mewujudkan mahasiswa yang tanggap,
peduli dan ahli dalam menanggulangi bencana kebakaran dan cara melakukan
pertolongan pertamanya.
kegiatan
pelatihan fire rescue dan pertolongan
pertama pada korban kebakaran berlangsung selama dua hari, yang dimana pada
hari pertama tanggal 6 juni 2015
dilaksanakan seminar untuk pelatihan fire
rescue dan pertolongan pertama pada korban kebakaran, dan hari kedua pada
tanggal 7 Juni 2015 simulasi pelatihan fire
rescue dan pertolongan pertama pada korban kebakaran. Yang mana acara
tersebut diisi oleh PMI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa
Yogyakarta (BPBD). Peserta sangat antusias dalam memperhatikan penjelasan dari
para pemateri yang memang ahli dalam bidangnya serta mampu mengemas materi
menjadi lebih menarik.
Tingginya
minat peserta yang ingin mengikuti acara pelatihan Fire Rescue dan Pertolongan Pertama Pada Korban Kebakaran ini, yang
memang sangat jarang diadakan untuk umum di wilayah Yogyakarta membuat semangat
dan motivasi peserta sangat tinggi, bahkan mereka yang dari luar DIY pun rela
meluangkan waktunya demi mengikuti acara ini.
Pada hari pertama yaitu seminar, peserta
mendapatkan beberapa materi inti dari PMI yaitu BHD RJP dan luka bakar. Peserta
juga ikut serta mempraktekannya. Dan kemudian dilanjutkan dengan materi dari Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Istimewa Yogyakarta (BPBD) dengan mengisi materi
mengenai alat proteksi kebakaran pada bangunan, dan cara memadamkan api dengan peralatan
tradisional serta menggunakan peralatan modern seperti apar, mobil pemadam, hydrant, dsb.
Pada pelatihan hari
kedua yaitu diadakan simulasi peristiwa bencana kebakaran dengan tujuan agar
para peserta mampu mengaplikasikan materi- materi yang telah didapatkan. Acara
simulasi ini telah dirancang sedemikian rupa oleh panitia penyelenggara yang
berceritakan : telah dirancang Panitia yang berceritakan “Di sebuah ruangan dalam
gedung sedang melaksanakan kegiatan rapat kerja (evaluasi), secara tiba-tiba terdengar sebuah ledakan yang
timbul dari sebuah saklar listrik yang mengakibatkan adanya segumpalan asap yang mengelumpal dan terjadi
nya serpihan api di mana-mana, bahkan sampai membakar beberapa bagian di luar
gedung. Ada juga beberapa korban jiwa yang terjebak di dalam gedung yang masih
selamat, tidak sadarkan diri, dan mengalami luka bakar yang cukup parah” .
Dalam kasus simulasi ini, peserta diharuskan mampu untuk memadamkan api yang
ada didalam gedung, diluar gedung (rumah buatan) serta menyelamatkan korban.
Diakhir acara peserta menyampaikan
pesan dan kesan selama megikuti pelatihan fire
rescue dan pertolongan pertama pada korban kebakaran, serta tidak lupa juga
berfoto bersama sebagai kenang-kenangan akan pelatihan yang tentunya sangat
berkesan dan bermanfaat bagi mereka.
Comments
Post a Comment